• 31 Oct 2016

    Tes Widal Positif? Tidak Selalu Demam Tifoid!

    by Andreas Erick Haurissa | Kesehatan Umum
    Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia pernah mendengar penyakit “demam tifoid” (thyphoid fever). Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia pernah mendengar penyakit "demam tifoid" (thyphoid fever). Merasa asing? Bagaimana kalau "demam tipus", "demam tipes", "demam tifes", atau ejaan cakapan lainnya.

    Tifoid atau Tifus? Jika merujuk pada penyakit yang sering dianggap "tifus" oleh masyarakat Indonesia, seharusnya adalah demam tifoid. Kata tifoid ini berarti "mirip tifus". Ya, ternyata ada penyakit lainnya yang disebut tifus! Tifus yang sebenarnya adalah penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Rickettsia. Sedangkan demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Jadi, beda sekali ya Sobat! Jangan tertukar lagi ya.

    Bagaimana penyakit demam tifoid ini sudah pernah kami bahas lengkap dalam artikel lainnya oleh dr. Cindy Lestari. Artikel tersebut dapat Sobat klik di tanyadok.com. Dalam artikel ini, saya akan secara khusus mengupas mengenai tes widal yang seringkali dianggap "penentu" diagnosis demam tifoid, padahal ini adalah salah kaprah loh! Bagaimana Dokter Menentukan Demam Tifoid? Dokter tidak dapat semata-mata menentukan seseorang menderita demam tifoid hanya semata-mata dengan pemeriksaan laboratorium atau khususnya tes Widal ini. Jika taat azas, dokter akan melakukan wawancara (anamnesis), pemeriksaan fisik, lalu baru ke pemeriksaan penunjang alias laboratorium.

    Seperti yang disebutkan dalam artikel sebelumnya, biasanya pasien yang diduga menderita demam tifoid biasanya mengalami demam yang semakin lama semakin meninggi, sakit kepala, diare, lemas, lidah kotor, dan lainnya. Jika dokter melihat ada dugaan yang mengarah ke demam tifoid ini, barulah tes Widal dianjurkan untuk diperiksakan. Jadi, tidak bisa semata-mata hanya demam sehari lalu meminta pemeriksaan laboratorium.

    Apa Sebenarnya Tes Widal Itu Dok? Apakah Positif Berarti Sakit? Tes Widal adalah tes serologi (pemeriksaan pada antibodi tubuh) untuk memeriksa demam saluran cerna yang menyebabkan demam tifoid. Tes ini ditemukan pertama kali lebih dari satu abad yang lalu, tepatnya 1896, dan pada sekitar tahun 1970an sudah mulai dipertanyakan keakuratannya. Tes Widal ini menunjukkan adanya suatu zat yang disebut aglutinin somatik (O) dan aglutinin flagela (H) dari kuman Salmonella typhi yang ada di darah pasien. Kedua aglutinin O dan H ini diperiksa dengan mencampurkan dengan cairan antigen O dan H pada set pemeriksaan Widal.

    Selain itu, tes Widal juga memasukkan antigen pemeriksaan Salmonella paratyphi A dan B. Memusingkan? Intinya, jika kuman Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh seseorang, ia akan memberikan "jejak" aglutinin O dan H tersebut. Artinya setiap orang yang pernah terinfeksi Salmonella typhi dapat memiliki aglutinin tersebut, yang jika diperiksa hasil tes Widalnya akan memberi angka. Apalagi kita, penduduk Indonesia yang banyak terdapat kuman Salmonella typhi, akan sangat mungkin terpapar kuman ini, misalnya dari makanan yang kurang bersih. Artinya hampir semua orang Indonesia, tes Widalnya dapat positif! Namun untungnya karena kekebalan tubuh yang baik, kuman ini akhirnya tidak menyebabkan sakit pada sebagian orang yang terpapar. Jadi, tidak semua yang tes Widal-nya "positif" atau memberi angka, lalu sertamerta sakit demam tifoid.

    Bagaimana Tes Widal Dilakukan? Karena yang diperiksa adalah aglutinin kuman dalam darah kita, maka pertama kali adalah pengambilan darah. Kemudian darah akan diolah sedemikian rupa di laboratorium. Darah yang siap diperiksa akan diencerkan dari 1:20 (dibacanya satu berbanding dua puluh) sampai pengenceran 1:1280. Pemeriksa akan mendapatkan hasil pada pengenceran ke berapa aglutinin kuman masih bisa ditemukan. Seperti yang telah saya sebutkan, pada tahun 1970an, tes Widal sudah mulai dipertanyakan keakuratannya terutama di negara tropis yang endemik alias banyak terdapat kuman Salmonella typhi ini, karena dapat memberikan hasil positif palsu (artinya orang yang tidak sakit tetapi hasilnya positif).

    Namun ada beberapa kesepakatan yang menyatakan tes Widal dapat bermakna apabila ada peningkatan 4 kali pada aglutinin O pada tes kedua, atau hasilnya di atas 1:160 dalam satu kali tes. Walau demikian, hasil ini masih dianggap tidak terlalu akurat. Namun bisa digunakan untuk memperkuat dugaan seseorang terkena demam tifoid, bukan untuk memastikan. Tes Widal masih sering dipakai di Indonesia karena cara yang relatif lebih mudah dan lebih murah bila dibandingkan pemeriksaan lainnya.

    Kurang Akurat, Jadi Bagaimana Dok? Banyak pemeriksaan lainnya yang lebih spesifik dan akurat untuk demam tifoid seperti tes TUBEX®, metode enzyme-immunoassay (EIA), enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), dan lainnya. Namun memang cara-cara ini memerlukan peralatan yang lebih mutakhir dan mahal. Dan cara paling akurat adalah kultur empedu yang tentu menyulitkan untuk dilakukan sehari-hari.

    Tes TUBEX® kini kian banyak digunakan di Indonesia, terutama di perkotaan. Tes ini lebih akurat karena dapat mendeteksi antibodi pada saat seseorang tengah akut menderita demam tifoid, yaitu IgM. Tes lainnya seperti EIA dan ELISA semaki spesifik karena lebih kecil kemungkinan hasil positif dengan infeksi lainnya. Jadi, Apakah Tes Widal Tidak Berguna? Walau kurang akurat, namun bukan berarti tes Widal tidak berguna sama sekali. Jika hasil tes Widal masih > 1:160 pada aglutinin O Salmonella typhi, maka dapat dipertimbangkan untuk digunakan untuk mempertinggi dugaan terjadinya infeksi Salmonella typhi atau tidak, tentunya setelah dilakukan wawancara pasien dan pemeriksaan fisik yang baik. Dugaan ini amat penting terutama bagi tenaga medis yang berada di tempat terpencil dan memiliki fasilitas yang terbatas. Tentu disarankan juga jika pasien dapat melakukan pemeriksaan lainnya yang memiliki tingkat keakuratan lebih tinggi dibandingkan tes Widal.

      Referensi:
    • Olopoenia LA, King AL.Widal agglutination test - 100 years later: still plagued by controversy. Postgrad Med J. 2000 Feb;76(892):80-4.
    • Abraham G, Teklu B, Gedebu M, Selassie GH, Azene G. Diagnostic value of the Widal test. Trop Geogr Med. 1981 Dec;33(4):329-33.
    • Tam FC, Ling TK, Wong KT, Leung DT, Chan RC, Lim PL.The TUBEX test detects not only typhoid-specific antibodies but also soluble antigens and whole bacteria. J Med Microbiol. 2008 Mar;57(Pt 3):316-23. doi: 10.1099/jmm.0.47365-0

    Link Source : https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/tes-widal-positiftidak-selalu-demam-tifoid