• APA ITU HEPATITIS C?

    Hepatitis C adalah penyakit pada hati yang disebabkan oleh infeksi dari Virus Hepatitis C (VHC). Hepatitis C telah menyerang lebih dari 180 juta orang di seluruh dunia. Bahkan menurut data WHO, penderita Hepatitis C jumlahnya 4 kali lipat lebih banyak daripada penderita HIV. VHC adalah salah satu tipe virus yang menyerang hati dan menggunakannya sebagai tempat berkembang biak. Berkembangbiaknya virus ini akan memancing sistem kekebalan tubuh untuk melakukan perlawanan. Reaksi serangan ini dapat berakibat fatal pada hati, seperti terjadinya peradangan, atau terbentuknya jaringan parut (fibrosis) pada hati. Jaringan parut (fibrosis) tidak mempunyai fungsi seperti jaringan sel hati normal bahkan menggantikan jaringan normal dalam proses pembentukannya. Contoh jaringan parut yang biasa kita kenal adalah keloid yang terbentuk pada beberapa orang yang mengalami luka pada kulit mereka.
    Semakin banyak jaringan hati yang normal yang menjadi jaringan parut, maka terjadi kemunduran fungsi hati dalam melakukan metabolisme tubuh dan pembentukan zat-zat penting seperti hormon dan protein. Jika infeksi VHC dibiarkan berlanjut tanpa terapi yang tepat maka dapat terjadi kerusakan jaringan hati permanen seperti sirosis (pengerasan hati karena jaringan parut yang terlampau banyak). Saat seseorang mengalami sirosis, berarti sebagian besar organ hatinya telah rusak dan tidak bisa berfungsi lagi dengan normal yang pada akhirnya dapat menjadi gagal hati atau berkembang menjadi kanker hati yang fatal.
    VHC terdiri dari enam jenis genotipe (tipe virus) yaitu genotipe 1-6. Di Indonesia, genotipe yang paling sering ditemukan adalah genotipe 1 (sekitar 60-65%), diikuti oleh genotipe 2 dan 3. Genotipe 4-6 lebih jarang ditemukan.
    Meskipun hingga kini belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi virus hepatitis C, tapi hepatitis C dapat disembuhkan dengan terapi yang tepat. Terapi atau pengobatan dengan peg-interferon dan ribavirin yang merupakan standar emas pengobatan hepatitis C saat ini yang dapat mencegah atau mengurangi kerusakan lebih lanjut. Semakin cepat pengobatan dimulai maka semakin besar pula kemungkinan hati terhindar dari kerusakan permanen.

    Keluhan dan Gejala
    Seringkali infeksi Hepatitis C tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga orang yang terinfeksi merasa sehat-sehat saja. Gejala akan muncul seiring dengan kerusakan jaringan yang sudah lebih banyak. Itulah sebabnya para penderita Hepatitis C seringkali dite- mukan pada fase yang lebih sulit diterapi, seperti pada dan sirosis. Namun terlepas dari ada tidaknya gejala, kerusakan hati tetaplah terjadi.